Thursday, February 2, 2017

Digital vs Fisik

Jaman sekarang namanya buku atau bahan bacaan apapun udah bisa diakses secara digital ya. Apalagi ada yang namanya Kindle tuh, D sering membujuk saya untuk beli gadget itu. Tapi saya belum tertarik. I'm a book lover. Believe me, I am. Sejak kecil saya lebih senang membelanjakan uang tabungan untuk membeli buku daripada mainan. Hasilnya, koleksi buku saya sangat banyak. Saat ini sebagian besar tersimpan rapi di rumah ibu.

Saat sudah pindah ke Bogor pun saya masih menyempatkan diri untuk menambah koleksi buku. Bahkan semakin rajin sete;ah menikah, jadi meja belajar tempat menyimpan buku-buku tersebut sudah mulai tidak muat. Akhirnya D membelikan sebuah rak kaca tertutup untuk menyimpan buku-buku tersebut. Dan, segera saja sudah penuh oleh tumpukan buku yang telah ada. He he he. Mungkin karena melihat itu D kembali teringat pada keinginannya agar saya membeli Kindle. Saat memindahkan buku-buku ke rak tersebut, dia kembali menyinggung betapa 'hemat tempatnya' apabila saya membeli buku versi digital.

Sayang sekali saya masih belum tertarik. Selain karena mata saya merasa kurang nyaman jika terlalu lama menatap layar, saya mencintai pemandangan tumpukan buku. Dan saya selalu merasa nyaman mencium aroma lembaran-lembaran buku yang terbuka. Saya juga merasa tidak keberatan untuk membawa-bawa buku ke mana pun saya pergi. Saya tahu, versi digital sangat jauh lebih unggul karena tidak memerlukan tempat 'fisik' dan juga lebih ramah lingkungan. Tapi apa daya, bagi saya membaca buku lebih dari sekedar menikmati isi buku. Tapi, saya juga menikmati kegiatan membaca buku itu sendiri. Seperti menjadi sebuah terapi. 

Tentu saja saya tetap memanfaatkan bahan bacaan digital, terutama untuk pekerjaan. Bahkan ketika menulis skripsi dulu, sebagian besar bahan pustakan saya merupakan versi digital. Bahan bacaan yang biasa saya akses secara digital umumnya adalah bahan-bahan yang hanya saya butuhkan sementara waktu, misalnya untuk menyusun draft paten, atau bahan tulisan. Bahan - bahan tersebut akan saya simpan dalam satu folder bersama pekerjaan yang berhubungan sehingga memudahkan untuk ditelusuri kembali. Sedangkan bahan bacaan yang bersifat santai atau hiburan, saya lebih senang membeli dalam bentuk fisik. Seperti sebagian besar koleksi di rumah yang berupa novel dan komik. Bahan bacaan ini akan sering saya baca dan bisa saya baca berulang-ulang. Rasanya memberikan kenyamanan tersendiri ketika menikmati me time dengan buku di tangan, camilan tersedia, di tambah lagi cuaca mendung seperti seminggu belakangan ini. He he he. Sayangnya, sekarang tidak bisa sering-sering melakukan hal tersebut karena setiap pulang kantor sudah ada pekerjaan domestik yang harus dikerjakan. Weekend pun juga masih berkutat dengan merapihkan isi rumah. Yah, dinikmati saja lah. Semua ada waktunya. Have a great day!.

No comments:

Post a Comment