Monday, December 3, 2018

Listen

Halo, it's been over a year. Welcome back, me! Let's get another random thought here.

Tahun 2018 sudah memasuki bulan Desember. Wew. Ketika sekolah dulu, akhir tahun menjadi waktu yang menyenangkan. Selain karena sudah pasti ada dua tanggal merah (Natal dan Tahun Baru), akhir tahun biasanya bersamaan dengan libur sekolah. Menyenangkan sekali bisa membaca buku - buku cerita tanpa kepikiran tugas - tugas sekolah dan pelajaran, meskipun saya tidak rutin belajar, he he he.

Ketika sekolah dulu, saya tidak rutin mengulang pelajaran di rumah. Belajar di rumah hanya untuk mengerjakan tugas atau ketika ujian. Ibu saya pun tidak pernah cerewet menyuruh saya belajar karena dengan metode yang seperti itu pun nilai- nilai saya memuaskan. Saya rasa tiap orang pasti punya cara berbeda untuk belajar. Saya dulu mengutamakan untuk memperhatikan ketika guru menerangkan di kelas. Untuk itu, saya suka memilih bangku di bagian depan kelas karena dengan begitu saya 'harus' memperhatikan guru.


Usaha untuk fokus memperhatikan guru kadang berat juga ketika pelajarannya membosankan atau cara mengajar guru kurang cocok. Saya biasanya mengatasinya dengan membuat coret - coretan di buku catatan, entah itu coretan berguna ataupun tidak. Yang penting supaya membantu saya tetap fokus. 

Ketika sudah dewasa, saya baru menyadari bahwa memperhatikan guru yang sedang mengajar ini bukan hanya bermanfaat bagi saya, tapi bisa jadi bagi guru yang sedang mengajar. Semakin saya memperhatikan semakin saya menyadari bahwa para guru tersebut akan merasa diapresiasi dan bersemangat dalam menyampaikan ilmu. 

Ketika sudah tidak lagi menjadi murid, ketrampilan untuk mendengarkan ini juga sangat berguna. Dengan berlatih mendengarkan dengan baik, akan mengurangi peluang miskomunikasi. Seringkali kita hanya fokus bagaimana cara menjadi pembicara yang baik, bagaimana cara menyampaikan ide dengan efektif, dan cara - cara untuk menjadi pembicara aktif lainnya sehingga kadang terlupa bahwa komunikasi itu dua arah, ada pemberi dan penerima. Maka, dengarkanlah. Mencoba untuk mendengarkan dengan baik tidak akan mengurangi kesempatan kita untuk berbicara dengan baik.


No comments:

Post a Comment